ASD Castel di Sangro Calcio

CASTEL di Sangro adalah sebuah kota kecil yang terletak di Provinsi L’Aquila, wilayah Abruzzo, Italia, dan memiliki populasi sekitar 6.000 orang. Pada pertengahan ‘90an, penduduk kota dan fans ASD Castel di Sangro Calcio mengalami momen yang menyenangkan: dari ketidak-jelasan hingga nyaris berhasil meraih promosi ke kompetisi sepakbola terbesar di dunia pada saat itu, Serie A Italia. Perjalanan luar biasa ASD Castel di Sangro Calcio dari entah-berantah itu memicu seorang penulis Amerika Serikat, Joe McGinniss, menghabiskan waktunya dalam satu musim di Kota Castel di Sangro pada tahun 1996. Selain menumpang hidup dan makan dengan skuad ASD Castel di Sangro Calcio, McGinniss mengisi hari-harinya dengan menulis buku berjudul The Miracle of Castel di Sangro: A Tale of Passion and Folly in the Heart of Italy.

Kisah luar biasa itu dimulai dari awal yang sederhana. Klub ASD Castel di Sangro Calcio didirikan pada tahun 1953 dan berjuang di liga amatir sebelum akhirnya mencapai tingkat profesional Serie C2 Italia pada tahun 1989. Keberhasilan ini dipimpin oleh pemilik klub, Pietro Rezza, dan presiden klub, Gabriele Gravina.

Di kompetisi Serie C2 Italia tersebut, ASD Castel di Sangro Calcio mengalami jatuh-bangun sampai akhirnya mereka menunjuk Osvaldo Jaconi menjadi pelatih. Pada era Jaconi inilah keajaiban ASD Castel di Sangro Calcio dimulai. Jaconi memberikan sentuhan yang luar biasa kepada klub dan pada musim 1994/95, dia memimpin ASD Castel di Sangro Calcio menjalani promosi ke Serie C1 Italia. (Belum ada kesenangan dan ekspektasi yang mulukmuluk dari penduduk kota dan fans meski tim kesayangan mereka berhasil melakukan lompatan yang signifikan di dunia sepakbola.) Tidak berhenti di situ, ASD Castel di Sangro Calcio kembali menghadirkan kebanggaan lain dengan mampu finis di peringkat kedua klasemen akhir Serie C1 Italia Grup B 1995/96. Jaconi dan anak asuhnya seperti berkata bahwa “jangan takut untuk berharap, karena di balik setiap harapan itu menunggu sebuah kebahagiaan yang harus dihidupkan”.

ASD Castel di Sangro Calcio mengamankan jatah play-off dan setelah melewati hadangan AS Gualdo Casacastalda di babak semi-final, Jaconi dan anak asuhnya menemukan Ascoli Picchio FC berada di antara mereka dan satu tempat di Serie B Italia. Pertandingan final play-off yang dihelat di stadion milik Foggia Calcio pada 22 Juni 1996 itu berjalan membosankan dan setelah 120 menit berlalu tanpa ada sebiji gol pun, pertandingan dilanjutkan ke drama adu penalti. Ini adalah momen krusial di mana para pemain dituntut agar kembali ke tingkat konsentrasi primanya untuk berpartisipasi dalam “drama hidup atau mati” — sebab babak adu penalti bukan hanya sekadar perihal mengenai keberuntungan, dan Jaconi memiliki trik tersendiri dalam drama tersebut. Saat babak extra-time mendekati kesimpulannya, Jaconi mengganti Roberto De Iuliis, kiper utama mereka yang selalu bermain setiap menitnya pada musim 1995/96, dengan kiper cadangan berusia 34 tahun, Pietro Spinosa. Spinosa, dengan konsentrasi dan stamina yang masih fit, berhasil menepis tendangan penalti terakhir dan memberikan klubnya tiket promosi dalam momen yang paling dramatis — menyamai akhir drama misteri psikologis romantis Matt dan Lisa di Wicker Park (2004): bahagia. Pergantian itu merupakan kunci sukses Jaconi, meski beberapa orang menganggapnya sebagai “kegilaan” seorang Jaconi — mengingat Spinosa belum pernah dimainkan satu menit pun oleh Jaconi di sepanjang musim 1995/96. Dan mungkin — iya, mungkin saja — apa yang dilakukan oleh Louis van Gaal dalam pertandingan perempat-final Piala Dunia 2014 melawan Kosta Rika terinspirasi oleh “kegilaan” Jaconi 19 tahun silam. (Masih ingat kan keputusan van Gaal pada menitmenit akhir babak extra-time dalam laga tersebut yang akhirnya sukses mengantarkan Belanda lolos ke babak semi-final?)

Kisah menakjubkan ini terus berlanjut di sepanjang musim debut ASD Castel di Sangro Calcio di Serie B Italia. Namun ada semacam “konspirasi” di luar lapangan yang ingin menghentikan mereka. Selama setengah musim, ASD Castel di Sangro Calcio harus memainkan pertandingan home mereka di Chieti yang berjarak 64 km dari Kota Castel di Sangro, sementara stadion kebanggaan mereka (Stadio Teofilo Patini) direnovasi untuk memenuhi standar Serie B Italia. Kemudian tragedi naas menimpa dua pemain ASD Castel di Sangro Calcio — Pippo Biondi dan Danilo di Vincenzo —  yang meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Pepatah “bad luck comes in threes” bukan hanya sekadar takhayul kuno bagi ASD Castel di Sangro Calcio, pasalnya, tidak lama setelah kematian dua pemainnya tersebut, defender mereka — Gigi Prete — ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan bandar narkoba. Prete kemudian dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan, meski begitu, cobaan yang pernah dialami itu membikin misi bertahan hidup ASD Castel di Sangro Calcio di Serie B Italia menjadi lebih sulit dari yang pernah dibayangkan. Ketidak-beruntungan telah menyakiti ASD Castel di Sangro Calcio, menempatkan mereka pada jurang kesengsaraan.

Untungnya, di tengatengah semua permasalahan itu, sepakbola yang dimainkan ASD Castel di Sangro Calcio di dalam lapangan masih mampu memberikan sedikit kesenangan. ASD Castel di Sangro Calcio memenangkan 12 pertandingan pada musim debut mereka di Serie B Italia, termasuk mengalahkan beberapa tim “kuat” dan memiliki sejarah di sepakbola Italia seperti Torino dan Genoa. Sebuah kemenangan 2-1 melawan Pescara pada giornata 37 menjamin mereka bertahan di Serie B Italia untuk musim berikutnya, namun keajaiban mereka di sepakbola Italia telah selesai.

Bagi siapa saja yang telah membaca buku karya McGinniss pasti terusik dengan akhir musim 1996/97 yang kontroversial dan anti-klimaks. Saat melakoni pertandingan terakhir di kandang FC Bari 1908, McGinniss tidak sengaja mendengar para pemain ASD Castel di Sangro Calcio membahas logistik untuk membiarkan FC Bari 1908 memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 di mana mereka akan mencetak satu-satunya gol melalui tendangan penalti. Dan voilà! Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan FC Bari 1908, dan gol ASD Castel di Sangro Calcio dicetak oleh Claudio Bonomi melalui tendangan penalti di menit ke-45.

Musim kedua ASD Castel di Sangro Calcio di Serie B Italia merupakan musim di mana mereka kembali menapaki kenyataan hidup. Tidak ada keajaiban. Banyak pemain yang dijual, Jaconi dipecat, dan dapat dipastikan mereka bakal gagal untuk mengulangi musim debut ajaib mereka. “Sindrom musim kedua” melempar ASD Castel di Sangro Calcio kembali ke Serie C1 Italia. Kembalinya mereka ke Serie C1 Italia bukanlah malapetaka atau apokalips bagi ASD Castel di Sangro Calcio, karena mereka masih bisa merasakan sukacita meski tidak bertahan dalam waktu yang lama. Pada kompetisi Coppa Italia 1998/99, ASD Castel di Sangro Calcio mampu mengalahkan dua tim Serie A Italia — Perugia (agg. 2-1) dan Salernitana (agg. 2-0) — sebelum akhirnya dikalahkan Inter Milan dengan agg. 1-2 di babak perempat-final. Dan masamasa ajaib itu pun benarbenar berakhir. ASD Castel di Sangro Calcio kembali ke Serie C2 Italia dan akhirnya gulung tikar pada tahun 2005 karena krisis finansial.

ASD Castel di Sangro Calcio direformasi menjadi Pro Castel di Sangro pada tahun yang sama (2005) dan memulai hidup mereka di tingkat Promozione atau level keenam dalam hierarki sistem kompetisi sepakbola Italia. Di bawah topeng baru, klub ini mengalami promosi dan degradasi dalam perjalanannya di Promozione, namun mereka kembali mengalami akhir kisah yang tidak bahagia setelah gagal mendaftarkan tim untuk mengikuti musim Promozione pada tahun 2012. Tradisi dan sejarah yang bertahan lebih dari 60 tahun tersebut telah pergi, dan kini tidak ada klub sepakbola yang bakal dikaitkan dengan kota indah yang dikelilingi oleh Pegunungan Apennine itu. []

Advertisements

Silakan komen di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s