Kilas-balik Piala Dunia: Inggris, 1966

SOEHARTO meresmikan kediktatorannya di Indonesia dengan menjagal orang-orang “merah”, orang-orang yang “kemerah-merahan”, dan orang-orang yang dicurigai atau dituduh “merah” — setengah juta, satu juta, atau entah berapa “merah” yang menjadi korban guyonan Soeharto untuk memandikan Indonesia dalam kubangan amis darah. Sementara itu, Amerika Serikat mengirimkan pasukannya dengan semangat baru untuk membombardir Vietnam, namun remaja Amerika Serikat menjadi yakin seyakin-yakinnya bahwa sudah seharusnya mereka tidak pergi ke daratan Asia untuk mengganggu Vietnam. Berbagai macam protes dilakukan oleh remaja Amerika Serikat agar pemerintahannya segera memulangkan saudara dan kawan mereka dari Vietnam.

Pada 17 Januari 1966, pesawat perang milik Amerika Serikat bertabrakan di udara yang menyebabkan beberapa bom atom berjatuhan di pesisir Spanyol dan membikin orang-orang panik meski mereka tidak tahu harus pergi ke mana untuk menyelamatkan diri. Tujuh hari kemudian, Indira Gandhi mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama (dan satu-satunya) yang menjadi Perdana Menteri India.

Seorang pendeta Katolik dan marxis bernama Camilo Torres Restrepo sekarat (kemudian mati) dalam sebuah pertempuran di pegunungan Kolombia pada 15 Februari 1966. Di belahan Afrika, Jenderal Emmanuel Kwasi Kotoka memimpin pasukan militer untuk mengudeta Presiden Ghana, Kwame Nkrumah — yang juga dianggap sebagai nabi oleh Organisation of African Unity — pada 24 Februari. Dan pada 29 Maret, organisasi mahasiswa menjungkalkan kediktatoran junta militer Ekuador melalui sebuah demonstrasi berdarah.

Bertujuan untuk melestarikan “kebenaran” ideologi komunisme, Mao Zedong pada awal Mei 1966 menginisiasikan Great Proletarian Cultural Revolution dengan cara membersihkan remahremah kapitalis dan elemen tradisional dari masyarakat Cina. Sementara di Argentina, Arturo Umberto Illia dicongkel paksa oleh militer dari kursi kepresidenan pada tanggal 28 Juni. Keesokan harinya, Jenderal Juan Carlos Onganía menobatkan diri sebagai Presiden Argentina yang baru.

Setelah Harold Wilson (yang identik dengan pipa tembakaunya) dari Partai Buruh Inggris merayakan kemenangannya di pemilu, sementara para perempuan muda keranjingan rok mini serta seluruh dunia terbius nada dan lirik The Beatles, peluit pertama Piala Dunia kedelapan dibunyikan di Kota London pada 11 Juli 1966. Inggris selaku tuan rumah berhadapan dengan timnas Uruguay di Wembley Stadium, dan entah apa yang mereka lakukan di sana sehingga lupa untuk mencetak gol. Pertandingan perdana itu berakhir dengan skor 0-0.

Timnas yang ikut ambil-bagian dalam Piala Dunia edisi ini berjumlah 16: sepuluh tim berasal dari Eropa (Uni Soviet, Swiss, Spanyol, Prancis, Portugal, Jerman Barat, Italia, Inggris, Hungaria, dan Bulgaria), lima tim dari Benua Amerika (Uruguay, Meksiko, Chili, Brasil, dan Argentina), dan — aneh namun nyata, percayalah — Korea Utara yang mewakili Benua Asia. Yang lebih hebat sekaligus mengejutkan adalah fakta bahwa orang-orang sipit dari Korea Utara itu berhasil menyingkirkan Italia dengan sebiji gol dari seorang kopral yang merangkap sebagai dokter gigi di Kota Pyongyang bernama Pak Doo-ik. Pada saat itu Italia berangkat ke Inggris dengan skuad terbaiknya macam Gianni Rivera, Sandro Mazzola, dan Giacinto Facchetti. Wartawan merangkap sutradara-penulis-penyair Italia, Pier Paolo Pasolini, sering mendeskripsikan permainan Rivera dan Mazzola di atas lapangan hijau seumpama prosa jernih dengan deretan katakata indah yang cemerlang di dalamnya, namun Doo-ik — dokter gigi dari Pyongyang itu — membungkam mulut Italia di Ayresome Park di Kota Middlesbrough.

Piala Dunia di Inggris ini tercatat sebagai pesta perpisahan bagi penjaga gawang asal Meksiko, Antonio Carbajal, yang menjadi satu-satunya manusia yang bermain di lima edisi Piala Dunia. Event ini juga menjadi Piala Dunia terakhir bagi Garrincha si raja dribbling asal Brasil itu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, semua pertandingan di Piala Dunia kedelapan ini disiarkan via satelit dan seluruh dunia pun bisa menyaksikan acara yang dipandu oleh wasit itu secara langsung — meskipun gambarnya masih hitam-putih.

Para wasit dari Eropa memandu 24 dari 32 pertandingan di Piala Dunia edisi kedelapan ini. Jim Finney (wasit asal Inggris) memandu Jerman Barat menang melawan Uruguay dengan cara yang dianggap tidak adil oleh beberapa orang. Sementara itu — sebagai bentuk balas-budi atau ada tendensi lain, entahlah — wasit asal Jerman, Rudolf Kreitlein, menghadiahi sebuah kemenangan kontroversial untuk timnas Inggris saat melawan Argentina di babak perempat-final. Pada pertandingan yang dijuluki el robo del siglo itu, Antonio Rattín yang menjabat sebagai kapten tim Argentina diusir oleh Kreitlein karena dianggap menampilkan perilaku buruk di lapangan. Rattín menolak untuk meninggalkan lapangan sebelum akhirnya dijemput paksa oleh beberapa polisi.

Brasil yang datang sebagai juara bertahan mengalami kesialan. Mutiara hitam sekaligus andalan Brasil di lini depan, Pelé, diburu dan dijegal secara brutal oleh pemainpemain Portugal, Hungaria, dan Bulgaria. Brasil pulang lebih dulu karena hanya mampu finis di bawah Portugal dan Hungaria di babak penyisihan Grup 3.

Bobby Charlton, seorang pemain bola yang jago dalam urusan menggocek dan menembak, membawa Inggris melaju ke pertandingan final melawan Jerman Barat yang dikomandoi seorang kaisar muda bernama Franz Beckenbauer. Ratu Elizabeth II ikut menonton pertandingan final bersama dengan lebih dari 90.000 fans yang memadati Wembley Stadium saat itu, namun dia tidak berteriak kegirangan ketika timnas Inggris mencetak gol melainkan hanya bertepuk-tangan kecil dengan senyum malumalu kucing. (Empat bulan sebelum Piala Dunia kedelapan ini diselenggarakan, Jules Rimet Trophy dicuri oleh seseorang ketika dipamerkan di Methodist Central Hall Westminster. Beberapa hari kemudian seekor anjing jantan bernama Pickles menemukan piala itu di sebuah kebun di Kota London, dan akhirnya bisa sampai ke tangan pemenangnya tepat waktu.) Timnas Inggris memenangkan pertandingan final dengan berbagai macam kontroversi yang menyertainya. Sehari sebelum pertandingan final itu, Portugal memastikan diri finis di tempat ketiga setelah berhasil mengalahkan Uni Soviet.

Ratu Elizabeth II memberikan gelar kehormatan kepada Alf Ramsey (pelatih timnas Inggris di Piala Dunia ini), sedangkan Pickels dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Dalam edisi Piala Dunia kali ini, hampir seluruh tim yang bertanding menampilkan taktik bertahan dengan menggunakan sweeper yang berdiri di antara penjaga gawang dan defender. Namun Eusébio, striker ganas berkebangsaan Portugal yang lahir di Afrika Timur, mampu melewati tembok pertahanan kokoh yang mustahil dijebol itu sebanyak sembilan kali, sementara Helmut Haller asal Jerman berada satu tingkat di bawah Eusébio dalam urusan jebol-menjebol itu dengan enam gol. Di tempat ketiga daftar pencetak gol terbanyak ada nama Valeriy Porkujan (Uni Soviet), Geoff Hurst (Inggris), Ferenc Bene (Hungaria), dan Beckenbauer (Jerman Barat) yang samasama mencetak empat gol.

Ketika tahun 1966 sudah bersiap mengecup senjanya, dan masyarakat Inggris masih dipenuhi dengan euforia kemenangan timnasnya di Piala Dunia beberapa bulan sebelumnya, Che Guevara (dengan nama samaran Adolfo Mena González) mengendarai motor bututnya melintasi pedesaan Bolivia untuk memimpin Ñancahuazú Guerrilla berperang melawan tentara Bolivia, sebelum akhirnya tertangkap dan mati dieksekusi oleh Sersan-doyan-mabuk Mario Terán pada 9 Oktober 1967. Untuk merayakan perjuangan gerilya Guevara, kini wajahnya dijadikan desain sablon dan laris-manis sebagai komoditas untuk mengeruk profit yang sebanyak-banyaknya.

Ting-a-ling!

Tabik. []

Advertisements

Silakan komen di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s