Fantastic 4

APA yang paling ditunggu-tunggu dari sepakbola? Yups: gol! Menyaksikan 90 menit (ditambah tambahan waktu di akhir babak pertama dan kedua) pertandingan sepakbola tanpa adanya sebuah gol ibarat sarapan pagi tanpa secangkir kopihitam dan sebatang rokokputih: kenyang sih, namun tidak menenangkan.

Entah siapa nama pesepakbola yang mencetak gol pertama sejak sepakbola dimainkan untuk pertama kalinya di zaman Dinasti Tsin di China pada abad ke-2. Pada masa itu, masyarakat lokal Cina menyebut sepakbola dengan nama tsu chu di mana mereka menggiring bola kulit untuk dimasukkan ke jaring kecil.

Seiring perjalanan sang waktu, telah banyak gol yang tercipta di pertandingan sepakbola, mulai dari yang berbau keberuntungan hingga gol yang dicetak dengan skill teknik olah bola tingkat tinggi yang membikin jutaan penggemar sepakbola tenggelam dalam rasa takjub. Dari sekian banyaknya jumlah gol yang pernah saya saksikan melalui layar televisi maupun situs video macam YouTube, empat gol unik di bawah ini selalu bisa membikin diri saya takjub dan semakin mencintai olahraga sepakbola. Iya, pada akhirnya, sepakbola memang merupakan eskapisme yang begitu mengasyikkan.

Gianluca Vialli (Sampdoria) — vs. Bari, Serie A Italia, 15 September 1991
Menurut data statistik yang pernah dilansir oleh The Guardian, ada 8.719.390.284.861.458.371 sliding-tackle yang pernah dilakukan dalam sejarah sepakbola; dan mungkin hanya ada satu sliding-header yang pernah dilakukan. Setelah melewati musim 1990/91 dengan menakjubkan dan menjadi inspirasi Sampdoria meraih satu-satunya gelar Scudetto sepanjang sejarah Serie A Italia, tampaknya Gianluca Vialli tidak bisa lagi melakukan hal-hal yang menakjubkan. Sampai akhirnya Vialli mencetak gol yang unik dan tidak masuk akal dalam pertandingan melawan Bari pada bulan September 1991. “Vialli – what a goal!” puji Peter Brackley yang pada saat itu menjadi komentator pertandingan untuk Sky Sports. Atau mungkin Vialli ingin mengejek Bari pada saat itu? Entahlah.


Dennis Bergkamp (Arsenal) — vs. Newcastle United, Premier League Inggris, 2 Maret 2002
Hanya ada satu kata yang selalu terlintas dalam benak saya untuk mendeskripsikan gol ini: “Brillian!” Gol yang dicetak oleh Dennis Bergkamp ketika Arsenal menghadapi Newcastle United di St. James Park pada bulan Maret 2002 silam sering digambarkan sebagai buah karya seorang seniman jenius di lapangan hijau. Gol ini menjadi bukti yang menegaskan bahwa Bergkamp merupakan seorang pesepakbola dengan imajinasi dan teknik skill olah bola tingkat tinggi. Dan setiap kali menyaksikan video cuplikan gol ini, saya selalu bertanya-tanya: “Kenapa kamu tidak melakukan selebrasi yang meledak-ledak untuk merayakan gol brilian seperti itu, Bergkamp?!?


Ronaldinho (Barcelona) — vs. Chelsea, Liga Champions Eropa, 8 Maret 2005
Ronaldinho adalah salah satu playmaker terbaik sepanjang sejarah sepakbola. Dia adalah pemain sepakbola yang mampu membikin siapa saja takjub saat menyaksikannya beraksi di atas lapangan hijau. Tidak ada pemain yang mampu menghadirkan momen ajaib seperti yang dilakukan oleh Ronaldinho antara tahun 2003 sampai 2007. Bukti nyata dari kehebatan Ronaldinho adalah gol yang dicetaknya ke gawang Chelsea di Stamford Bridge pada tahun 2005 silam, sebuah gol yang menjadi pengingat bahwa, dalam sepakbola, keindahan masih mampu menampilkan wajah manisnya di balik kekalahan yang menyesakkan dada. Para defender Chelsea terpaku menyaksikan Ronaldinho menari di depan kotak penalti mereka. Kemudian, secara tiba-tiba, Ronaldinho melepaskan tendangan terukur ke sebelah kanan gawang Petr Cech yang hanya bisa diam melihat bola meluncur mulus ke gawangnya. Kemenangan Chelsea pun seakan tidak berarti, karena memori yang paling dikenang dari pertandingan ini adalah gol unik nan indah a la Ronaldinho.


Javier Hernández (Manchester United) — vs. Stoke City, Premier League Inggris, 24 Oktober 2010
Gol unik yang dicetak oleh Javier Hernández saat menghadapi Stoke City melibatkan kecerdikan menggunakan kepala untuk menyundul bola. Hernández menggunakan kepala bagian belakangnya untuk memasukkan bola ke gawang Stoke City — hanya penyerang dengan insting gol di atas rata-rata yang mampu mencetak gol dengan gerakan tubuh yang tidak wajar seperti itu. Sama halnya seperti Vialli, Hernandez mendefinisikan ulang cara-cara konvensional mencetak gol menggunakan kepala. John Ashdown, jurnalis The Guardian, menyamakan gestur Hernandez saat mencetak gol ini dengan Buckaroo, salah satu game untuk balita di Inggris: “GOAL!!! Stoke 0-1 Manchester Utd (Hernandex 27) And having just typed that, what a piece of skill this is. Nani’s deep cross is nodded back across by Vidic, Hernandez, his back to goal, jerks like a Buckaroo to flick a header beyond Sorensen.


[]

Advertisements

Silakan komen di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s