Calcio Padova

PADA 15 Juli 2014, Calcio Padova menghilang dari sepakbola Italia setelah gagal lolos registrasi untuk mengikuti Lega Pro Italia 2014/15. Ini adalah akhir sedih dari kisah salah satu “penjaga” sepakbola Italia — Calcio Padova didirikan pada 29 Januari 1910. Presiden klub Calcio Padova, Diego Penocchio, dalam pernyataan resminya mengatakan: “Kami gagal pada saat-saat terakhir untuk mendapatkan dana dari calon investor yang menyebabkan kami tidak bisa mendaftarkan skuad utama untuk mengikuti Lega Pro.” Pernyataan tersebut mengakhiri sejarah panjang Calcio Padova.

Padua merupakan sebuah kota indah yang terletak di Provinsi Veneto, sebuah wilayah di sebelah timur-laut Italia. Dilintasi oleh Sungai Bacchiglione, kota ini merupakan bagian penting dalam sejarah dan merupakan salah satu kota tertua di Italia Utara. Di kota ini terdapat beberapa tempat-tempat menarik yang bersejarah, seperti Basilica of Saint Anthony of Padua — yang disebut sebagai il Santo oleh penduduk lokal di sana — dan sisa-sisa reruntuhan dinding amfiteater Romawi. Makam santo pelindung Padua ada di dalam kapel tersebut, bersama dengan masterpiece beberapa seniman, di antaranya Jacopo Sansovino dan Giovanni Maria Falconetto. Kota Padua ini juga terkenal sebagai tempat yang menjadi latar belakang salah satu karya William Shakespeare yang cukup terkenal, The Taming of the Shrew.

Klub sepakbola Kota Padua, Calcio Padova, terakhir kali mencicipi atmosfer Serie A Italia pada kurun waktu 1994-96. Sejak saat itu, Calcio Padova naik-turun di kompetisi sepakbola Italia tingkat dua dan tiga. Calcio Padova menghabiskan sebagian besar era 2000an di Serie C Italia (sekarang disebut Lega Pro Italia) hingga akhirnya mampu mendapatkan promosi ke Serie B Italia setelah memenangkan pertandingan play-off (vs. Ravenna FC di babak semi-final dan vs. Aurora Pro Patria 1919 di babak final) pada akhir musim 2008/09. Jarak terdekat Calcio Padova dengan promosi ke Serie A Italia adalah pada musim 2010/11 di mana mereka mampu finis di peringkat lima klasemen akhir Serie B Italia, sebelum akhirnya mereka kalah di pertandingan play-off melawan Novara Calcio. Dua musim berikutnya, Calcio Padova hanya mampu finis di papan tengah klasemen akhir Serie B Italia, sebelum menjalani musim kelam pada 2013/14.

Awal dari sebuah akhir
Penderitaan Calcio Padova, di dalam maupun di luar lapangan, dimulai pada bulan November 2013. Inkonsistensi performa Calcio Padova diperburuk dengan hasil negatif Guardia di Finanza perihal kondisi keuangan klub. Kunjungan kedua Guardia di Finanza pada bulan April 2014 merupakan momen di mana Calcio Padova benar-benar terperosok ke dalam lubang masalah yang lebih dalam — manajemen staf yang kacau-balau ditambah dengan belum membaiknya performa klub di dalam lapangan; pada saat itu, mereka telah melakukan tiga kali pergantian pelatih. Selama kunjungan kedua ini, Guardia di Finanza meminta beberapa dokumen tentang pembayaran kontribusi ke INPS (Badan Jaminan Sosial Italia) dan pajak penghasilan klub. Namun, Penocchio dan direktur klub, Andrea Valentini, tidak mampu memberikan dokumen-dokumen tersebut, dan ketika Calcio Padova resmi terdegradasi ke Lega Pro Italia, krisis yang mereka alami bertambah parah.

Calcio Padova benar-benar mengalami momen terburuk sepanjang sejarah mereka di sepakbola Italia pada tiga bulan berikutnya. Bulan Mei 2014, Calcio Padova resmi terdegradasi setelah menyelesaikan musim di peringkat 20. Bulan Juni 2014, Calcio Padova menerima sanksi karena tidak memiliki dokumen yang cukup kompeten sebagai bukti pembayaran kontribusi untuk INPS dan pajak penghasilan.

Pada tanggal 15 Juni 2014, Penocchio mengeluarkan pernyataan: “Calcio Padova telah menerima keputusan Kejaksaan Italia yang diumumkan pada hari ini. Masalah ini disebabkan oleh ketidak-aturan administrasi kami, dan hal yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan ini hanyalah dokumen administrasi fiskal. Calcio Padova telah resmi membentuk tim hukum yang akan membela kepentingan klub yang telah menjadi bagian dari institusi Kota Padua. Bagi fans, masalah ini tidak akan mengganggu persiapan tim untuk menghadapi Lega Pro Italia musim depan.

Sayangnya, itu hanyalah omong kosong Penocchio. Pada tanggal 25 Juni 2014, klub mengeluarkan pernyataan lain yang mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan dalam upaya untuk menyelamatkan klub dari kebangkrutan: “Ada kabar (yang relatif) baik bahwa dana yang dibutuhkan untuk berpartisipasi di Lega Pro Italia tidak dipertanyakan. Uang pendaftaran Lega Pro Italia (€30.000) dan jaminan bank sebesar €600.000 masih bisa digunakan, meski ada beberapa pihak yang meragukannya. Namun kami masih harus menyelesaikan tunggakan gaji pemain, pelatih, dan staf karyawan untuk bulan Maret dan April 2014. Tanpa itu, Calcio Padova tidak akan mampu bersaing di musim yang akan datang. Kami terus berpacu melawan waktu, tetapi permasalahan ini bisa diselesaikan jika kami telah mendapatkan suntikan dana segar.

Bantuan keuangan tidak kunjung datang dan pada tanggal 15 Juli 2014, Calcio Padova resmi dinyatakan bangkrut. Sejarah panjang selama 104 tahun telah berakhir. “Selama tiga bulan terakhir kami terus berupaya untuk mencari investor yang bisa (atau mau) membantu kondisi kami,” ujar CEO Calcio Padova, Valentini. “Ini bukan berarti kami baru menyadari bahwa kami memiliki masalah yang sangat berat. Kami tahu bahwa kami harus mencari investor baru dan kami telah melakukan segala cara untuk menemukannya, dan mencoba untuk menyelesaikan permasalahan ini. Faktanya, kami telah melakukan banyak kesalahan dan para fans-lah yang menanggung akibat terbesarnya.

Calcio Padova — sebuah tim yang pernah melahirkan salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa, Alessandro Del Piero — kini sudah mati.

Namun ada klub baru yang lahir dari sisa abu Calcio Padova yaitu Società Sportiva Dilettantistica Biancoscudati Padova atau SSD Biancoscudati Padova. Di bawah pimpinan Giuseppe Bergamin dan pelatih Carmine Parlato, klub ini bermain di Serie D Italia Girone C. Mereka memainkan pertandingan resmi pertamanya pada 24 Agustus 2014 dan meraih kemenangan 2-0 atas AC Castellana Calcio di ajang Piala Serie D Italia. Pada 6 Juli 2015, SSD Biancoscudati Padova mendapatkan legalitas hukum untuk menggunakan kembali nama Calcio Padova. []

Advertisements
Categories: Tags: , , , , , , ,

Silakan komen di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s