Kilas-balik Piala Dunia: Spanyol, 1982

MENJELANG tahun 1982, Salvadoran Army melakukan perayaan menyambut pergantian tahun dengan membantai lebih dari 800 penduduk Desa El Mozote di El Salvador yang sebagian besar korbannya adalah petani dan anak-anak. Pembantaian kembali dilakukan Salvadoran Army pada pertengahan tahun 1982: kali ini di Desa El Calabozo dengan korban tewas lebih dari 200 orang yang kebanyakan adalah anak-anak dan manula. Sementara di belahan Bumi lainnya, Lech Walesa yang merupakan politisi dan tokoh penting dari serikat pekerja Polandia dijebloskan ke penjara pada 13 Desember 1981 (dan baru bebas pada bulan November 1982) karena dianggap mengganggu stabilitas negara.

Mesir berhasil merebut kembali Semenanjung Sinai yang dirampas oleh Israel saat terjadinya Six-Day War pada tahun 1967. Felipe González (pemimpin Spanish Socialist Workers’ Party) melancarkan kampanye impresif untuk menjadi Presiden Spanyol, dan pada momen yang hampir bersamaan, pengadilan di Spanyol telah menjatuhkan hukuman 30 tahun penjara kepada sekelompok aparat yang melakukan percobaan aksi kudeta di Madrid pada tahun sebelumnya.

Pada 7 Maret 1982 di Guatemala, Efraín Ríos Montt mengupayakan perampasan kekuasaan dengan mulai menjagal suku pribumi dan berkoar bahwa tuhan telah menganugerahkan kekuasan negara kepadanya serta membikin pengumuman ke seantero Guatemala bahwa roh kudus-lah yang menuntun para agen rahasianya dalam bertugas membantai suku pribumi di sana. Pada tanggal 29 Maret, 54th Academy Awards dihelat di Los Angeles, Amerika Serikat, dengan Mephisto (1981) garapan István Szabó menjadi film Hungaria pertama yang berhasil menggondol Piala Oscar kategori Best Foreign Film. Tiga bulan setelah ajang penghargaan terbesar di dunia perfilman itu, Spanyol menjadi tuan rumah Piala Dunia ke-12 bagi 24 timnas (dua dari Benua Afrika [Kamerun dan Aljazair], enam dari Benua Amerika [Peru, Honduras, El Salvador, Chili, Brasil, dan Argentina], 14 dari Benua Eropa [Yugoslavia, Uni Soviet, Spanyol, Skotlandia, Prancis, Polandia, Jerman Barat, Italia, Irlandia Utara, Inggris, Hungaria, Cekoslowakia, Belgia, dan Austria], serta dilengkapi oleh timnas Selandia Baru dan Kuwait).

Percobaan pembunuhan kedua terhadap Paus John Paul II dilakukan pada pertengahan Mei 1982, dan berujung pada hal yang sama seperti percobaan pertama: kegagalan. Aktris terkenal Italia, Sophia Loren, masuk penjara selama 17 hari karena kasus penggelapan pajak, dan dari Paris tersiar kabar bahwa Romy Schneider (aktris berkebangsaan Prancis dan Jerman namun lahir di Kota Vienna, Austria) ditemukan bunuh diri di apartemennya pada 29 Mei. Sementara itu, kehidupan merana dari sutradara film avant-garde Jerman, Rainer Werner Fassbinder, berakhir pada 10 Juni karena overdosis.

Tiga hari setelah kematian Fassbinder, Piala Dunia 1982 resmi dibuka dengan kekalahan sang juara bertahan, Argentina, melawan Belgia di Camp Nou, Barcelona. Sehari setelahnya (14 Juni 1982), tentara Argentina kalah dalam perang melawan Inggris di Kepulauan Falkland. Para jenderal dari kediktatoran junta militer Argentina — yang telah memenangkan peperangan demi peperangan melawan bangsanya sendiri selama bertahun-tahun — berlutut menyerah seperti kampret dungu di hadapan serdadu Inggris. Dua kekalahan Argentina ini disiarkan oleh stasiun televisi secara global.

Setelahnya, stasiun televisi dan sebagian besar penduduk Bumi memfokuskan perhatiannya ke Piala Dunia. Pemain Inggris, Bryan Robson, mencetak gol ke gawang Prancis ketika pertandingan baru berjalan 27 detik; Fahad Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah turun dari bangku VIP Estadio Nuevo José Zorrilla untuk memprotes gol Prancis ke gawang Kuwait; Harald Schumacher (penjaga gawang Jerman Barat) menggasak pemain Prancis, Patrick Battiston, dengan lututnya di babak semi-final.

Timnas Brasil-nya Zico, Sócrates, dan Paulo Roberto Falcão memainkan sepakbola terindah dan terbaik sepanjang turnamen di Spanyol, namun empat timnas dari benua Eropa (Prancis, Polandia, Jerman Barat, dan Italia) yang berhasil memenangkan tempat teratas. Gelar juara jatuh ke tangan Italia yang mengawali turnamen ini dengan tiga kali hasil imbang, namun akhirnya mampu melesat berkat kolektivitas timnya, ketangguhan Dino Zoff di bawah mistar, dan bidikan mesin golnya yang mematikan: Paolo Rossi. Di pertandingan final melawan Jerman Barat yang dilangsungkan di Santiago Bernabéu Stadium, Madrid, timnas Italia menang dengan skor meyakinkan 3-1. Zbigniew Boniek memimpin Polandia mengalahkan carré magique-nya Prancis untuk merebut tempat ketiga.

Rossi meraih Golden Ball dan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan enam gol, diikuti Karl-Heinz Rummenigge dari Jerman di posisi kedua dengan lima gol. Zico dan Boniek yang samasama mencetak empat gol berada di peringkat ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Usai Piala Dunia, Michel Platini bergabung dengan Juventus dan meraih banyak kebahagiaan di sana. Beberapa bulan setelahnya, jantung buatan pertama berhasil dipasang dan berdetak di dada seorang lelaki bernama Barney Clark. Enam hari kemudian (8 Desember 1982) novelis Kolombia, Gabriel García Márquez, menerima penghargaan Nobel Prize in Literature atas-nama penyair, nabi, musisi, pejuang, pengemis, dan bajingan di Amerika Latin.

Ting-a-ling!

Tabik. []

Advertisements

Silakan komen di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s