Ronaldo Luís Nazário de Lima vs. Roberto Baggio

#Ronaldo merupakan pemain termahal di dunia pada saat itu, sementara Baggio berusaha untuk menghidupkan kembali karier sepakbolanya di Bologna.

SERIE A Italia 1997/98 menjadi musim yang begitu menjanjikan bagi Inter Milan setelah mampu mengakuisisi Ronaldo Luís Nazário de Lima dari Barcelona. Pada tanggal 14 September 1997, Inter Milan bertandang ke Stadio Renato Dall’Ara untuk menghadapi Bologna. Sebuah pertandingan yang mempertemukan dua maestro sepakbola di Italia saat itu: Ronaldo dan Roberto Baggio.

Inter Milan memecat Roy Hodgson menjelang akhir musim 1996/97 dan menggantinya dengan Luigi Simoni. Massimo Moratti, yang saat itu menjabat sebagai presiden klub, berinvestasi besar-besaran termasuk mendatangkan Ronaldo dari Barcelona dengan rekor transfer termahal di dunia: £19,5 juta. Ronaldo melengkapi skuad Inter Milan — yang diprediksi sebagai salah satu kandidat serius peraih Scudetto — bersama Alvaro Recoba, Diego Simeone, Gianluca Pagliuca, Giuseppe Bergomi, Ivan Zamorano, Javier Zanetti, dan Youri Djorkaeff.

Ronaldo dkk. mengawali musim 1997/98 dengan kemenangan 2-1 melawan Brescia Calcio dan pada giornata kedua melawan Bologna dipandang sebagai pertarungan raksasa versus kurcaci meski Bologna sukses mendatangkan Baggio — yang mencoba untuk menghidupkan kembali kariernya demi satu tempat di timnas Italia untuk Piala Dunia 1998 — dari AC Milan pada awal musim.

Pertandingan dimulai dengan gol dari Fabio Galante di menit ke-12, Inter Milan memimpin 1-0. Dua puluh enam menit kemudian, Maurizio Ganz berhasil memanfaatkan umpan-terobosan dengan tendangan yang menghujam gawang Bologna, yang pada saat itu dikawal oleh Francesco Antonioli. Inter Milan unggul dua gol, sementara peluang yang diciptakan oleh Bologna harus gagal karena kecemerlangan Pagliuca. Stadio Renato Dall’Ara sunyi senyap.

Namun sesaat sebelum turun-minum, Bologna memperoleh tendangan bebas. Baggio yang maju sebagai eksekutor berhasil menendang bola melewati pagar betis dan Pagliuca dengan sangat indah. Kedudukan 2-1 untuk keunggulan Inter Milan menjadi akhir babak pertama sekaligus menjadi jaminan pertandingan bakal semakin menarik di babak kedua.

Ketika wasit meniup peluit sepak-mula babak kedua, Bologna langsung menggempur pertahanan Inter Milan. Kecepatan para pemain Bologna ditambah kejeniusan Baggio beberapa kali membikin Pagliuca dan lini belakang Inter Milan bekerja ekstrakeras untuk menghalau serangan yang dibangun oleh Bologna. Pada menit 52, Ronaldo menerima bola di sisi sayap pertahanan Bologna dan, dengan gerakan dribble a la Samba yang brilian, mampu melewati dua defender yang membuatnya berhadapan one-on-one dengan Antonioli. Ronaldo kemudian melepaskan tendangan dan gol: Inter Milan memimpin 3-1.

Bologna masih belum menyerah. Di menit ke-58 ketekunan mereka terbayar lunas setelah Taribo West melakukan pelanggaran konyol di kotak penalti. Baggio sukses mengonversi tendangan penalti menjadi gol, meninggalkan Pagliuca yang salah membaca arah datangnya bola hasil penalti Baggio.

Gol kembali tercipta pada menit 66. Sebuah serangan-balik yang dilancarkan oleh Inter Milan berhasil menghukum Bologna yang tampil dengan strategi ultra-ofensif untuk mencetak gol penyeimbang angka. Djorkaeff yang menerima bola 25 meter dari kotak penalti Bologna langsung melakukan tendangan chipball karena melihat posisi Antonioli yang sedikit maju meninggalkan gawangnya. Sebuah gol indah dari pemain kelas dunia.

Hingga menit akhir, kedua tim tidak mampu menambah gol. Inter Milan pulang ke Giuseppe Meazza dengan tripoin, Moratti pun tersenyum puas. Pertandingan Bologna vs. Inter Milan ini menjadi salah satu laga klasik terbaik sepanjang sejarah serta menjadi tanda kekuatan dan kualitas Serie A Italia pada saat itu.

Inter Milan melanjutkan musim 1997/98 dengan serangkaian penampilan yang mengundang decak kagum siapa pun yang menontonnya. Inter Milan mengakhiri musim di peringkat kedua di bawah Juventus dan meraih Piala UEFA setelah mengalahkan Lazio di pertandingan final. Ronaldo mampu mencetak 35 gol di semua kompetisi yang diikuti oleh Inter Milan.

Sementara Baggio juga menjalani musim yang fantastis di Bologna dan masuk dalam daftar top skor Serie A Italia dengan 22 gol — di bawah Oliver Bierhoff dan Ronaldo. Baggio pun akhirnya masuk dalam skuad timnas Italia untuk Piala Dunia 1998 di Prancis dan bergabung dengan Inter Milan pada musim berikutnya.


[]

Advertisements

Silakan komen di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s